Buku Bedah Puisi Lama membahas berbagai bentuk puisi lama Indonesia seperti pantun, syair, gurindam, dan seloka. Melalui penjelasan struktur, makna, serta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, buku ini membantu pembaca memahami kekayaan sastra nusantara. Disajikan dengan contoh-contoh puisi serta analisis yang mudah dipahami, buku ini cocok digunakan sebagai bahan ajar maupun referensi…
Buku puisi ini menghadirkan puisi-puisi yang antara puisi satu dengan lainnya punya benang merah untuk merajut nilai-nilai kemanusiaan, menginginkan kebaikan dan menghapus penderitaan diantara kita. Puisi - puisi ini ditulis dengan menggunakan bahasa yang cukup sederhana
Buku Tambelo: Meniti Hari di Ottakwa mengisahkan petualangan Tambelo, seekor hewan laut kecil, dalam memahami arti persahabatan, kerja keras, dan kehidupan di lingkungan pesisir Ottakwa. Cerita ini menggambarkan keseharian masyarakat pantai Papua dengan kehangatan dan kearifan lokal. Melalui kisah sederhana dan ilustrasi penuh warna, pembaca diajak untuk mencintai alam serta menghargai nilai-ni…
Buku Tambelo: Kembalinya Si Burung Camar menceritakan kisah seekor burung camar yang kembali ke pantai tempat tinggal lamanya dan menemukan perubahan besar pada lingkungan sekitarnya. Melalui perjalanannya, pembaca diajak untuk memahami pentingnya menjaga alam dan persahabatan antara manusia dan hewan. Cerita ini dikemas dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, dan pesan moral yang kuat tent…
Buku Tidak Hilang Sebuah Nama ini bagi saya merupakan suatu prestasi besar yang sekaligus dan bahkan hingga saat ini mungkin saya masih harus meyakinkan diri saya, bahwa pada akhirnya saya sanggup menyelesaikan sebuah novel. buku ini adalah terus terang (baru) cerita terpanjang yang pernah saya buat.
Sesuai tradisi penyihir, pada usia tiga belas tahun Kiki harus pindah ke kota lain. Dia harus meninggalkan Ibu, Ayah, serta kota kelahirannya. Kiki hanya akan ditemani Jiji si kucing hitam. Ibu sudah melarangnya tinggal di kota besar, tapi Kiki kepalang suka pada kota Koriko, karena menara jamnya sangat tinggi dan letaknya dekat laut. Tapi astaga... warga kota Koriko tidak menyambut Kiki dengan…